Masalah Hubungan Di Dalam Keluaga
Definisi Keluarga
Keluarga menurut KBBI.
Ada beberapa macam, yaitu: (a) ibu
dan bapak beserta anak-anaknya dan seisi rumah, (b) orang seisi rumah yg menjadi
tanggungan, (c) sanak saudara dan kerabat, (d)
satuan kekerabatan yg sangat mendasar dalam masyarakat. (Kamus Besar
Bahasa Indonesia [KBBI], 2000).
Keluarga menurut Jhonson R-Leny.
Istilah keluarga berasal dari bahasa sansekerta terbentuk dari kata kula dan warga, kulawarga yang berarti anggota atau kelompok kerabat
(R-Leny, 2010).
Definisi Masalah Dalam Keluarga
Definisi masalah dalam bahasa inggris. situasi dimana terkait dengan
kebutuhan atau kekerasan yang harus dihadapi dan dilalui (Oxford Dictionaries,
1989).
Pandangan Keluarga Ketika Terjadi
Masalah
Pandangan anak. Tentu saja si anak pasti merasa risih
dan tidak nyaman berada di dalam rumah. Hal seperti ini bisa menyebabkan anak
menjalin pergaulan bebas dan hal lainnya karna adanya kurang kasih sayang dari
keluarga. Sang anak juga akan merasa kesepian dan akan berpaling pada gadget nya yang nanti akan menjadi
kebiasaan hingga dewasa sehingga hubungan di keluarga tidak menjadi dekat. Selain
itu menurut Thompson, 1998 (dikutip dari buku Donna L. Wong) “karakteristik
keluarga tampak lebih penting untuk kesejahteraan anak daripada karakteristik
spesifik anak seperti usia atau jenis kelamin. Faktor yang paling penting
adalah konflik yang berkelanjutan antara orang tua yang bercerai” (h. 59).
Pandangan Orangtua. Mereka
merasa sedih melihat pasangan atau anak-anaknya tidak sesuai dengan keinginan
hati mereka, tidak mau mendengar apa yang dikatakan oleh orangtuanya. Santrock
(1998) berkata bahwa “pembatasan mengenai apa yang termasuk sebagai kenakalan
remaja mungkin dapat dilihat dari tindakan yang diambilnya: tindakan yang tidak
dapat diterima oleh lingkungan sosial, tindakan pelanggaran ringan (status offenses), dan tindakan
pelanggaran berat (index offenses)”
(h. 283).
Faktor Yang Menyebabkan Masalah Dalam
Anggota Keluarga
Faktor utama. Adanya
rasa tidak percaya antar keluarga dan tidak adanya keselarasan dalam pola pikir
sehingga tidak bisa menerima pendapat satu sama lain, selain itu kasih sayang
dan rasa toleransi juga sangat dibutuhkan dalam menjalin hubungan berkeluarga
supaya tidak terjadi masalah (Wong, 2009, h. 573)
Faktor tambahannya. Adalah
perkara-perkara kecil seperti kebersihan rumah atau kebersihan diri sendiri,
contohnya: ketika anak pulang kerumah dengan penuh lumpur, sang ibu memarahinya
dan meninggalkan bekas luka dihati sang anak (Wong, 2009, h. 639).
Dampak Yang Ditimbulkan Pada Anggota
Keluarga
Dampak primer jika ada masalah keluarga. Adalah perceraian, Depresi,
Menyalahkan diri sendiri, panik dan bahkan menarik diri dari keluarga (Wong,
2009).
Dampak sekunder. Adanya
perasaan yang tidak enak ketika berkomunikasi dengan keluarga atau asik dengan
kesibukan masing-masing tanpa memperdulikan sekitarnya (Wong, 2009).
Cara Mengatasi Masalah Di Dalam
Keluarga
Dengarkan. Cobalah
untuk menjadi pendengar yang baik yang mendengarkan masalah di dalam keluarga
kita. Selagi kita mendengarkan cari juga solusi untuk penyelesaian masalah
tersebut (“10 Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga”, 2013).
Berpikir dari sudut pandang orang lain. Setelah mendengar masalah yang sedang
dialami pikirkanlah apa konsekuensi kesedihan atau bahkan rasa sakit yang akan
ditanggung dalam mengambil keputusan (“10 Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga”,
2013).
Saling terbuka. Berkomunikasi
dengan keluarga tanpa merahasiakan apapun merupakan hal yang penting dalam membangun
keluarga yang harmonis (“10 Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga”, 2013).
Kontrol emosi. Emosi
yang hebat bisa membiat sebuah percakapan menjadi pertengkaran yang hebat. Jika
emosi sudah memuncak jangan ragu untuk langsung mengakhiri pembicaraan (“10
Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga”, 2013).
Bantuan dari pihak ketiga. Sebisa
mungkin masalah keluarga diselesaikan secara internal saja tetapi jika sudah
menemui jalan buntu maka minta bantuanlah kepada kerabat dekat atau orang yang
bisa dipercaya dalam menyelesaikan masalah anda (“10 Cara Mengatasi Masalah
Rumah Tangga”, 2013).
Kesimpulan
Jadi untuk membangun keluarga yang
harmonis dan bebas dari masalah, kita harus mengerti perasaan anggota keluarga
kita satu sama lain. Tidak mengutamakan ego kita dan lebih mementingkan
keluarga. Jika kita bisa melakukan hal-hal tersebut, keluarga akan semakin
dekat dan tidak akan ada dampak negatif yang timbul dalam keluarga.
Daftar Pustaka
Gunarsa, S. D. (2004). Dari anak sampai usia lanjut: bunga rampai psikologi perkembangan.
Jakarta: BPK Agung Mulia.
Wong, D. L. (2009). Buku
ajar keperawatan pediatrik. Jakarta: EGC. diunduh dari http://books.google.co.id/books?id=HHjThPtweDsC&pg=PA22&lpg=PA22&dq=Buku+tentang+faktor+penyebab+masalah+dalam+keluarga&source=bl&ots=B2DpmwIZBv&sig=pyLoa7nbsHOSdMhcmhoITQQi6_I&hl=en&sa=X&ei=4vFaVI2PCdG4uAS24oGgAg&redir_esc=y#v=onepage&q=Buku%20tentang%20faktor%20penyebab%20masalah%20dalam%20keluarga&f=false
No comments:
Post a Comment