Thursday, November 6, 2014

Level Heading KBK PI

Masalah Hubungan Di Dalam Keluaga

Definisi Keluarga
     Keluarga menurut KBBI. Ada beberapa macam, yaitu: (a) ibu dan bapak beserta anak-anaknya dan seisi rumah, (b) orang seisi rumah yg menjadi tanggungan, (c) sanak saudara dan kerabat, (d) satuan kekerabatan yg sangat mendasar dalam masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2000).
     Keluarga menurut Jhonson R-Leny. Istilah keluarga berasal dari bahasa sansekerta terbentuk dari kata kula dan warga, kulawarga yang berarti anggota atau kelompok kerabat (R-Leny, 2010).

Definisi Masalah Dalam Keluarga
     Definisi masalah dalam bahasa inggris. situasi dimana terkait dengan kebutuhan atau kekerasan yang harus dihadapi dan dilalui (Oxford Dictionaries, 1989).

Pandangan Keluarga Ketika Terjadi Masalah
     Pandangan anak. Tentu saja si anak pasti merasa risih dan tidak nyaman berada di dalam rumah. Hal seperti ini bisa menyebabkan anak menjalin pergaulan bebas dan hal lainnya karna adanya kurang kasih sayang dari keluarga. Sang anak juga akan merasa kesepian dan akan berpaling pada gadget nya yang nanti akan menjadi kebiasaan hingga dewasa sehingga hubungan di keluarga tidak menjadi dekat. Selain itu menurut Thompson, 1998 (dikutip dari buku Donna L. Wong) “karakteristik keluarga tampak lebih penting untuk kesejahteraan anak daripada karakteristik spesifik anak seperti usia atau jenis kelamin. Faktor yang paling penting adalah konflik yang berkelanjutan antara orang tua yang bercerai” (h. 59).

     Pandangan Orangtua. Mereka merasa sedih melihat pasangan atau anak-anaknya tidak sesuai dengan keinginan hati mereka, tidak mau mendengar apa yang dikatakan oleh orangtuanya. Santrock (1998) berkata bahwa “pembatasan mengenai apa yang termasuk sebagai kenakalan remaja mungkin dapat dilihat dari tindakan yang diambilnya: tindakan yang tidak dapat diterima oleh lingkungan sosial, tindakan pelanggaran ringan (status offenses), dan tindakan pelanggaran berat (index offenses)” (h. 283).

Faktor Yang Menyebabkan Masalah Dalam Anggota Keluarga
     Faktor utama. Adanya rasa tidak percaya antar keluarga dan tidak adanya keselarasan dalam pola pikir sehingga tidak bisa menerima pendapat satu sama lain, selain itu kasih sayang dan rasa toleransi juga sangat dibutuhkan dalam menjalin hubungan berkeluarga supaya tidak terjadi masalah (Wong, 2009, h. 573)
     Faktor tambahannya. Adalah perkara-perkara kecil seperti kebersihan rumah atau kebersihan diri sendiri, contohnya: ketika anak pulang kerumah dengan penuh lumpur, sang ibu memarahinya dan meninggalkan bekas luka dihati sang anak (Wong, 2009, h. 639).

Dampak Yang Ditimbulkan Pada Anggota Keluarga
     Dampak primer jika ada masalah keluarga. Adalah perceraian, Depresi, Menyalahkan diri sendiri, panik dan bahkan menarik diri dari keluarga (Wong, 2009).
    Dampak sekunder. Adanya perasaan yang tidak enak ketika berkomunikasi dengan keluarga atau asik dengan kesibukan masing-masing tanpa memperdulikan sekitarnya (Wong, 2009).

Cara Mengatasi Masalah Di Dalam Keluarga
     Dengarkan. Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik yang mendengarkan masalah di dalam keluarga kita. Selagi kita mendengarkan cari juga solusi untuk penyelesaian masalah tersebut (“10 Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga”, 2013).
     Berpikir dari sudut pandang orang lain. Setelah mendengar masalah yang sedang dialami pikirkanlah apa konsekuensi kesedihan atau bahkan rasa sakit yang akan ditanggung dalam mengambil keputusan (“10 Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga”, 2013).
     Saling terbuka. Berkomunikasi dengan keluarga tanpa merahasiakan apapun merupakan hal yang penting dalam membangun keluarga yang harmonis (“10 Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga”, 2013).
     Kontrol emosi. Emosi yang hebat bisa membiat sebuah percakapan menjadi pertengkaran yang hebat. Jika emosi sudah memuncak jangan ragu untuk langsung mengakhiri pembicaraan (“10 Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga”, 2013).
     Bantuan dari pihak ketiga. Sebisa mungkin masalah keluarga diselesaikan secara internal saja tetapi jika sudah menemui jalan buntu maka minta bantuanlah kepada kerabat dekat atau orang yang bisa dipercaya dalam menyelesaikan masalah anda (“10 Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga”, 2013).

Kesimpulan
     Jadi untuk membangun keluarga yang harmonis dan bebas dari masalah, kita harus mengerti perasaan anggota keluarga kita satu sama lain. Tidak mengutamakan ego kita dan lebih mementingkan keluarga. Jika kita bisa melakukan hal-hal tersebut, keluarga akan semakin dekat dan tidak akan ada dampak negatif yang timbul dalam keluarga.







Daftar Pustaka
Gunarsa, S. D. (2004). Dari anak sampai usia lanjut: bunga rampai psikologi perkembangan. Jakarta: BPK Agung Mulia.




Tuesday, October 7, 2014

eksistensialisme menurut kierkegaard dan sartre

Hari ini saya akan membagikan materi mengenai eksistensialisme menurut 2 tokoh terkenal.berikut penjelasannya  : 

EKSISTENSIALISME KIERKEGAARD

Pengertian Eksistensialisme

  • Secara etimologis, eksistensialisme berasal dari kataex yang berarti keluar dan sistentia (sistere) yang berarti berdiri. Jadi, manusia bereksistensi adalah manusia yang baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.
  • Tokoh eksistensialisme: Kierkegaard, Edmund Husserl, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Jean Paul Sartre, dll.
  • Satu hal yang sama: filsafat harus bertitik tolak pada manusia konkrit, manusia sebagai eksistensi, maka bagi manusia eksistensi mendahului esensi.

Manusia dan Kebebasan

Hai teman-teman,materi berikut adalah materi tentang manusia dan kebebasan ,silahkan membaca :)
Jiwa dan Kebebasan
¡Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk  menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya .
¡Dalam fungsi menentukan perbuatanjiwa berhubungan dengan   kehendak bebas .
¡Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas.

¡Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting   humanisme .

Manusia dan afektifitasnya

Kekayaan dan kompleksitas afektivitas manusia
Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektivitasnya. Afektivitaslah yang membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dengan orang lain. Afektifitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif. Bagaimana disposisi afektif dasariah si subyek terhadap obyeknya? Seluruh kehidupan afektif berputar pada dua kutub yang bertentangan satu sama lain yaitu mengarah pada obyek karena menyukainya, atau berpaling darinya karena menganggapnya buru. Cinta merupakan buah afektivitas positif sedangkan  benci merupakan buah afektivitas negatif. Sebenarnya cintalah yang paling dasariah.


Jiwa dan Badan

Kali Ini Saya Akan Membagikan Pengetahuan Tentang Jiwa Dan Badan.

Badan dan jiwa dapat dikatakan satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia. Ada dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang yaitu monisme dan dualisme.


ALIRAN-ALIRAN
Monisme
Merupakan aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
Aliran ini terbagi menjadi 3 bentuk, yaitu:

Monday, October 6, 2014

Etika dan Moral

Halo teman-teman,selamat datang kembali di blog saya.Sekarang saya akan membagikan apa yang telah saya pelajari di perkuliahan saya pada pertemuan ke enam yaitu mengenai Etika dan Moral .Berikut materinya.

ETIKA DAN MORAL


Secara etimologis, etika berasal dari kata Yunani yaitu Ethos yang berarti adat kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang baik. Sedangkan moral berasal dari kata Latin yaitu Mos(tunggal), moris (jamak) yang memiliki arti kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia etika atau moral diartikan sebagai kesusilaan. Secara singkat etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. Perbuatan dimaksudkan di sini adalah yang dilakukan secara bebas dan sadar. Obyek formal dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

Wednesday, September 24, 2014

Silogisme

Berikut adalah kelanjutan dari pertemuan lima semoga bermanfaat :)
SILOGISME

Silogisme meruapakn suatu simpulan dimana dari dua putusan disimpulkan suatu putusan yang baru. Prinsip silogisme adalah bila premis benar, maka simpulannya benar. Dua macam silogisme yaitu silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.
Silogisme kategoris : Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).
Konsep silogisme kategoris : M – P Semua tanaman membutuhkan air  (Premis Mayor)
                                             S – M Akasia adalah tanaman                      (Premis Minor)
                                             S – P  Maka, akasia membutuhkan air