Wednesday, September 24, 2014

Fallacia

 Berikut adalah materi pertemuan ke 5 dalam perkuliahan saya selamat membaca :)

Fallacia adalah kesesatan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.
Klasifikasi : Kesesatan formal dan kesesatan informal

N. Kesesatan formal : kesesatan yang dilakukan karena bentuk (forma) penalaran yang tidak tepat atau tidak sahih. Kesesatan ini terjadi karena pelanggaran terhadap prinsip-prinsip logika mengenai term dan proposisi dalam suatu argumen

N. Kesesatan informal : Menyangkut kesesatan dalam bahasa, misalnya kesesatan diksi.

1. Penempatan kata depan yang keliru
  contoh: Antara hewan dan manusia memilki perbedaan
  -> Kata antara seharusnya dihilangkan

2. Mengacau posisi subjek ayau predikat
   contoh: karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu
   -> menimbulkan kesalahpahaman bahwa guru yang tidak mengerjakan PR

3. Ungkapan yang keliru
   contoh: pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu lalu

4. Amfiboli (sesat karena struktur kalimat bercabang)
   contoh: Dijual kursi bayi tanpa lengan
   -> Dapat berarti dijual kursi untuk bayi yang tidak berlengan, dapat juga berarti Dijual sebuah kursi tanpa dudukan lengan khusus untuk bayi.

5.Kesesatan aksen/ prosodi (sesat karena penekanannya yang salah dalam pembicaraan)
  contoh: Ada aturan 'tidak boleh mengganggu anak tetangga' Nah pak budi bukan anak tetangga anda, maka anda boleh mengganggu anaknya

6. Kesesatan aksiden : yang aksiden dikacaukan dengan hal yang hakiki
   contoh: Sawo matang adalah warna. Orang indonesia itu sawo matang, maka orang indonesia adalah warna.

7. Kesesatan karena alasan yang salah (konklusi ditarik dari premis yang tidak relevan)

Kesesatan Presumsi


  • Generalisasi tergesa-gesa, contoh: orang Padang pandai memasak
  •  Non Sequitor (belum tentu), contoh: Memang saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu saya berdebat dengan dosen tersebut
  •  Analogi Palsu, contoh : Masuk universitas adalah seperti menerima pekerjaan. Tugasmu adalah membuat senang si pemberi pekerjaan.
  • Penalaran melingkar (petitio principii) , contoh: saya haus karena saya minum, saya minum karena saya haus.
  • Deduksi cacat, contoh: Barangsiapa yang sering menyumbang, maka dia pasti orang baik. Ali pasti orang baik.
  • Pikiran simplistis, contoh: Karena ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral

Menghindari persoalan

1. Argumentum ad hominem, contoh: Jangan percaya omongannya karena ia hanya lulusan SD
2. Argumentum ad populum, contoh:  Semua orang yang saya kenal bersikap pro Presiden. Maka saya juga tidak akan mengkritik presiden
3. Argumentum ad misericordiam, contoh:  Pencuri motor yang beralasan bahwa ia miskin dan tidak bisa membeli sandang dan pangan
4. Argumentum ad auctoritatem, contoh: Apa yang dikatakan dokter itu pasti benar.
5. Argumentum ad ignorantiam, contoh: Seorang pejabat berbuat dermawan; sudah pasti dia tidak tulus atau mencari muka
6. Argumen untuk keuntungan seseorang, contoh: Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi itu mau dijadikan isteri
7. Non causa pro causa, contoh: Seorang pemuda setelah diketahui baru putus cinta dengan pacarnya, esoknya sakit. Tetangganya menyimpulkan bahwa sang pemuda sakit karena baru putus cinta.

Kesesatan Retoris

1.Eufimisme/disfemisme
2. Penjelasan retorik
3. Stereotipe
4. Innuendo
5. Loading question
6. Weaseler
7. Downplay
8. Lelucon/sindiran
9. Hiperbola
10. Pengandaian
11. Dilema semu

Bersambung ya....
Sumber: Slide Perkuliahan Filsafat Untar 22 September 2014

No comments:

Post a Comment